Monday, January 30, 2012

Kera


Kakekmu kera.
maka kau bebas bersetubuh dimana-mana
Kakekmu kera
maka kau curi semua yang engkau bisa
Kakekmu kera
maka tak butuh kau dibimbing agama
Kakekmu kera
maka Hukum mu seenaknya
Kakekmu kera
maka berkumpullah dengan keturunan-keturunan kera
Karena aku bukan keturunan kera
maka aku tak akan berperilaku seperti kera
walaupun kera-kera itu berperilaku seperti ku

Nasehat Raja-Raja Persia (Terjemahan)


Kutelusuri cahaya mentari mentari, rembulan dan lampu-lampu perkotaan
namun tak ada satu pun yang lebih terang.
seterang hatiku

Kuperangi banyak negeri yang jauh.
namun tak ada satu pun yang lebih menakutkan.
semenakutkan salah ucapku

Kuberjalan diatas bara yang membakar
namun tak ada satupun yang lebih membakar. melebihi kemarahanku

Kuminum racun. dan kujilati setetes demi setetes
namun tak ada satupun yang lebih pahit.
melebihi kemiskinan

Kupindahkan batu yang besar. sampai kurasa sangat berat bebanku
namun tak ada satupun yang lebih berat
melebihi berhutang

kutanggung masa tahanan. dan hari-hari penuh kerinduan
namun tak kutemukan satupun yang lebih menyakitkan
melebihi meminta-minta

kuterikat dalam tali, dicambuki berkali-kali
namun tak satupun mampu merobohkanku... kecuali sedihku
namun tak satupun mampu menakutiku... kecuali gelisahku

kudermakan hartaku. kuserahkan sendiri dengan tanganku
namun tak ada satupun sedekah yang lebih berguna.
melebihi menunjukkan kebenaran pada orang yang berada dalam kesesatan

diterjemahkan dari karangan Syech Ahmad Al-Jurjawi (sori nek salah translate)

Berpuisi-dua

kata orang sepuh.
kata lebih tajam dari pedang
lebih keras dari batu
lebih memabukkan dari vodka
orang sepuh tak salah
kataku tajam namun tak memotong
kataku keras namun tak menyangga
kataku memabukkan namun tak mencerahkan

lalu?
buat apa aku merangkai kata?

Berpuisi- satu

berpuisi...
tak seperti menyeru bebek kembali ke pematang
atau menghalau kerbau masuk ke ladang
berpuisi... kadang sia2
tak menghasilkan apa-apa selain kelegaan
tak menurunkan apa-apa selain kebisingan

Bukan Tentang aku atau kamu

Ini bukan tentang birokrasi
tapi tentang sistem yang selama ini kita nodai

juga bukan tentang demokrasi
tapi tentang penyalah gunaan aspirasi untuk membuncitkan perut sendiri

juga bukan tentang Ekonomi
tapi tentang kemiskinan yang lestari ditengah kekayaan bumi

juga bukan tentang Teologi
tapi tentang kebenaran sendiri yang dilegitimasi

juga bukan tentang  Filosofi
tapi tentang kebijaksanaan yang saling mengingkari

juga bukan tentang afeksi
tapi solidaritas yang terkubur hingga mati

juga bukan tentang Militansi
tapi tentang mimpi yang terjual bersama harga diri

ini tentang kita....
punya apa kita?
setelah semua habis tak tersisa...

DIBAWAH DEKAPMU

Di bawah dekapmu.. bukan di bawah dekapan selain mu...

hati yang keras seperti batu..
mencair bagai debu
ingin meneteskan air mata tapi tak mampu
mUngkin mataku terlalu angkuh
atau mungkin sumbernya telah buntu

Di bawah dekap mu... dan di bawah nyawa milikmu
terlihat jelas naif memaksa ku datang padamu
hanya saat bersedih
tak tahu kemana aku saat aku berbahagia
tak tahu kemana aku saat aku bergembira
lalu saat sedih ku hilang
aku menjauhi mu seolah tiada salah kurasakan

Di bawah dekap mu... dan harap yang menggebu akan sayang mu...